Friday, July 28, 2017

APPSHEET


  1.  Macam-macam dropdown di  valid if
  2. Buat dropdown yang tergantung pada kolom sebelumnya
    • IN( [_THIS], SELECT(Regions[Country], [_THISROW].[Lead Region] = [Region]
    • CONCATENATE("IURAN BULAN ", TEXT(MONTH([TGL TERBIT])), " ( ",IFS(TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "1", "JANUARI", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "2", "FEBRUARI", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "3", "MARET", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "4", "APRIL", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "5", "MEI", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "6", "JUNI", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "7", "JULI", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "8", "AGUSTUS", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "9", "SEPTEMBER", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "10", "OKTOBER", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "11", "NOVEMBER", TEXT(MONTH([TGL TERBIT]))= "12", "DESEMBER"), " ) ")

    Monday, January 9, 2017

    Food Marketing Strategy ideas

    Key unique restaurant promotion ideas

    http://blog.bluecart.com/2016/04/26/restaurant-promotion-ideas-how-to-attract-new-customers/
    http://fitsmallbusiness.com/restaurant-marketing-ideas/
    https://buildfire.com/restaurant-marketing-ideas/

    Sunday, November 13, 2016

    TIPS MENJAGA PERSAHABATAN DI GROUP WA

    1. pahami bahwa  anggota kita memiliki perbedaan   yaitu, beda :
     - usia
     - pendidikan
     - hobi
     - sifat
     - agama
     - latar belakang
     - kedewasaan rohani
     - pola pikir dll

    2. Dari perbedaan2 tersebut, harap maklum jika ada anggota yang:
     - suka humor/. bercanda,
     - serius ada pula yg santai,
     - suka ceramah agama,
     - sok menggurui/menasehati,
     - tukang kritik,
     - doyan politik,
     - suka artikel yg bermanfaat

    3. Keaktifan posting para anggota:
     - Sangat aktif,
     - sedang2 saja,
     - sekali2 posting (jarang),
     - malu2 (enggan) posting,
     - rajin baca postingan,
     - malas buka wa
     - tukang ngintip (gak pernah posting, tapi sering buka WA)

    4. Jangan mudah terpengaruh/terpancing dengan isi postingan 😳 sehingga kita jadi:
     - emosi,
     - tersinggung,
     - gak mau kalah,
     - percaya begitu saja (padahal hoax),

    5. Jika ada postingan yang isinya hoax atau keliru, kita perlu luruskan Maka jangan menambah gaduh/keruh suasana & yg posting hoax jika diluruskan jangan cepat tersinggung.

    6. Jika ada postingan yang kurang berkenan di hati kita, misalnya:
     - humor, gambar2, cerita2 gombal,
     - artikel terlalu panjang,
     - atau bertele-tele,
     - artikel atau pendapat yg mengandung unsur SARA,
     Cuekin aja atau kita delete (hapus).

    7. Fokus saja pada 1 tujuan yaitu menjalin tali silaturahim & persahabatan.

    Monday, November 7, 2016

    KULINER DI SOLO

    Mungkin Bermanfaat Bagi anda Pengemar Kuliner
    Siapa tahu ada yg perlu info
    KULINER SOLO

    SATE, SATE BUNTEL, GULE & TONGSENG :
    1. Sate (kambing) Haji Bejo, Loji Wetan, Timur Perempatan Sangkrah.
    2. Sate (kambing) pak Jaman, Kampung Baru, belakang Bank Indonesia
    3. Sate (kambing) mbok Galak Sumber
    4. Sate (kambing) pak Manto, jln Honggowoso, Selatan Perempatan Ngapeman
    5. Sate (kambing) Man Gullit Sondakan
    6. Sate Buntel (kambing) Tambak Segaran, psr. Legi
    7. Sate kere (sapi) Yu Rebi, barat perempatan Mangkunjayan Penumping,
    8. Sate (ayam) pak Dul, Selatan Perempatan Nonongan.
    9. Sate (ayam) Pak Banjir perempatan Nonongan
    10. Sate (kambing) mas Dodo pasar Bekonang
    11. Sate (kambing) Permandian Pengging, Barat Kartosuro
    12. Sate (kambing) mas Mardi Barat Mangkunegaran

    SOTO:
    1. Soto Triwindu (sapi), Ngarsopuro, Mangkunegaran
    2. Soto Gading (ayam/sapi), Selatan Alun-alun Kidul, jl. Raya Wonogiri
    3. Soto Mbok Giyem , jl. Bayangkara Tipes
    4. Soto Kirana jl. Honggowongso
    5. Soto Batiyah, jl. Gremet, Manahan
    6. Soto Kartosuro (ayam), Timur Perempatan
    7. Soto Merdeka (sapi), parkiran psr. Nusukan (Malam)
    8. Soto Alun-alun Lor (sapi), Timur alun-alun utara

    THENGKLENG KAMBING
    1. Thengkleng Klewer bu Edi depan Beteng Plasa, PGS
    2. Thengkleng Mbok Galak Sumber
    3. Thengkleng Semanggi, Timur Perempatan Baturono.
    3. Thengkleng Mbak Diah, Tanjung Anom, Dawung perbatasan Solo Baru dan barat Kartosuro jl. Solo-Semarang
    4. Thengkleng Gerbang psr. Gede
    5. Thengkleng ManGullit Sondakan
    6. Thengkleng yu Tentrem, Ngadisono, Bibis, Ngemplak

    GUDEG
    1. Gudeg mbok Kedhul Purwosari (buka jam 16)
    2. Gudeg ceker Bu Kasno Margoyudan (buka jam 24)
    3. Gudeg dan Ayam goreng Adem Ayem Jl. Slamet Riyadi
    4. Gudeg bu Mari jl. Gatot Subroto, Singosaren (Malam)
    5. Gudeg Ayu, jl. Gadjahmada
    6. Gudeg mBaki (Gudeg gurih bubuk kedele), Timur Perempatan Ketandan, Warung Miri

    NASI LIWET
    1. Nasi Liwet mb Yanti, Perempatan Purwosari (Malam)
    2. Nasi Liwet Loji wetan, (Malam)
    3. Nasi Liwet Kartosuro (Malam)
    4. Nasi Liwet Solo Baru (Malam)
    5. Nasi Liwet sebelah hotel Alana, jl. Adisucipto (Malam)
    6. Nasi Liwet Jamsaren (pagi)
    7. Nasi Liwet Barat tanggul Thenglik Kampung Sewu (pagi)

    SELAT
    1. Selat Omah Gading, jl. Raya Wonogiri, Gading.
    2. Selat Harjo Bestik, jl. Dr. Rajiman, Timur psr. Kembang (Malam)
    3. Selat Mbak lis, Serengan
    4. Selat Kusumasari, Nonongan

    KHAS SOLO
    1. Pecel ndeso Lapangan Manahan (setiap hari)
    2. Pecel ikan wader Waduk Thengklik, Panasan (pagi)
    3. Cabuk Rambak, Timur Perempatan Ketandan, Warung Miri (pagi)
    4. Cabuk Rambak, Jamsaren (pagi)
    5. Bakmi jowo mbak Yayuk Penumping
    6. Bakmi Thoprak yu Sri, Jayengan, selatan masjid Darusalam
    7. Bakmi Thoprak yu Nani Kartopuran
    8. Tahu Acar dan Gado2 Mekar Sari, jl Dr. Rajiman, dpn masjid fatimah
    9. Tahu Kupat masjid Solikin, jl. Gadjahmada
    10. Tahu Kupat psr. Kembang, jl. Dr. Rajiman
    11. Selat dan tahu acar Mekar Sari, barat Danar Hadi, jl Dr Rajiman.
    12. Harjo Bestik, jl. Dr. Rajiman, Timur perempatan Pasar Kembang (buka jam 18.00)
    13. Timlo Sastro, belalang psr Gede,
    14. Timlo Maestro, Keprabon, jl Ahmad Dahlan.
    15. Sumber bestik pak Darmo, jl. Honggowongso.
    16. Lontong Solo Kalilarangan
    17. Lontong opor Omah Gading
    18. Brongkos Warung Mas Ja, prapatan Lapangan penumping, Baron
    19. Tumpang koyor, Solo Baru.
    20. Bakmi Jowo Pantisari, jl. Monginsidi, SMA Warga arah Kepunton
    21. Ayam goreng dengan sambel wijen dan sambel tapuk (karena pedes) di depan PLN Sukoharjo
    22. Sop buntut bu Ugik, Tawangmangu
    23. Ayam Goreng Àdem Ayem, jl. Slamet Riyadi
    24. Ayam goreng Bu Beter Palur.
    25. Lontong opor, sega langgi, tahu acar, jenang sungsum, jenang grendul, jenang mutiara, jenang pati garut, jenang ketan ireng bu Hartono, barat psr. Nusukan

    WEDANGAN
    1. Wedangan Omah Lawas psr. Beling.
    2. Wedangan Omah Lodji, jl. Kol. Sutarto, Jebres
    3. Wedangan Omah Sinten depan Mangkunegaran
    4. Tiga Ceret depan Mangkunegaran,
    5. Kebon Kulon belakang psr. Kleco,
    6. Play ground, masjid, jl. Kenangan, Kotabarat
    7. Wedangan Mbah Wir Purwosari Center point ke selatan
    8. Gula Klapa depan gedung Wanita Manahan,

    9. Ralana, timur Solo Grand mall,
    10. Social kitchen Banjarsari
    11. Soga resto, barat perempatan Ngapeman
    12. Hik depan Koperasi Batik Laweyan
    14. Wedang Jahe Angkringan mas Win, dpn hotel Alana, jl. Adisucipto (buka jam 18.00)
    16. Ndoro Donker dan Bale Branti, kebun teh Kemuning Karanganyar

    Saturday, September 12, 2015

    Al-Hikam Dan Terjamahannya Dari Hikmah 129-145

    Tidak Ada Yang Bisa Mempercepat Tibanya Pemberian, Selain Rasa Rendah dan Membutuhkan-Nya

    129/117

      ما طَلَبَ لكَ شَيْءٌ مِثْلُ الاضْطِرارِ، وَلا أَسْرَعَ بِالمَواهِبِ إلَيْكَ مِثْلُ الذِّلَّةِ والافْتِقارِ.

    Tidak ada yang menyegerakan (terkabulnya doa) kecuali saat terdesak, dan tidak ada yang bisa mempercepat tibanya pemberian Allah kepadamu kecuali rasa rendah diri serta sikap membutuhkan

    Allah yang Membuatmu Sampai Kepada-Nya

    130/118

       لَوْ أَنَّكَ لا تَصِلُ إليهِ إلّا بَعْدَ فَنَاءِ مَسَاويكَ وَمَحْوِ دَعاويكَ لَمْ تَصِلْ إلَيْهِ أَبَداً. وَلكِنْ إذا أرادَ أَنْ يُوصِلَكَ إلَيْهِ سَتَرَ وَصْفَكَ بِوَصْفِهِ، وَغَطّى نَعْتَكَ بِنَعْتِهِ، فَوَصَلَكَ إلَيْهِ بِما مِنْهُ إلَيْكَ لا بِما مِنْكَ إلَيْهِ.

    Jika engkau tidak sampai kepada-Nya kecuali setelah lenyap semua keburukanmu dan sirna semua hasrat (dunia)mu, maka engkau selamanya tidak akan sampai kepada-Nya. Akan tetapi, jika Dia menghendakimu sampai kepada-Nya, maka dia akan menutupi sifatmu dengan sifat-Nya, watakmu dengan watak-Nya. Dia membuatmu sampai kepada-Nya dengan kebaikan yang diberikan-Nya kepadamu, bukan dengan kebaikan yang engkau berikan kepada-Nya.

    Tutup yang Indah dari Allah

    131/119

       لولا جَميلُ سَترِهِ لَمْ يَكُنْ عَمَلٌ أهْلاً لْلْقَبولِ.

    Kalaulah bukan karena keindahan tutup-Nya, maka tentulah tiada amal yang layang untuk ditterima

    Hamba Lebih Butuh Kemurahan-Nya Kala Menaati-Nya

    132/120

    أنْتَ إلى حِلْمِهِ إذا أَطَعْتَهُ أَحْوَجُ مِنْكَ إلى حِلْمِهِ إذا عَصَيْتَهُ.

    Engkau lebih membutuhkan kemurahan-Nya kala engkau menaati-Nya, ketimbang saat berbuat maksiat kepada-Nya

    Tutup dari Maksiat dan Tutup dalam Maksiat

    133/121

     السَّتْرُ عَلى قِسْمَيْنِ: سترٌ عَنِ المَعْصِيَةِ، وَسَتْرٌ فيها. فَالعامَّةُ يَطْلُبُونَ مِنَ اللهِ السَّتْرَ فيها خَشْيَةَ سُقوطِ مَرْتَبَتِهِمْ عِنْدَ الخَلْقِ، وَالخاصَّةُ يَطْلُبونَ مِنَ اللهِ السَّتْرَ عَنْها خَشْيَةَ سُقوِطِهِمْ مِنْ نَظَرِ المَلِكِ الحَقِّ.

    Tutup Allah itu terbagi dua, yaitu tutup dari (melakukan) maksiat dan tutup dalam maksiat. Orang awam meminta kepada Allah agar ditutupi dalam berbuat maksiat, karena khawatir jatuh kedudukannya dalam pandangan manusia. Namun orang khawaas (khusus) meminta kepada Allah agar ditutupi dari berbuat maksiat, karena khawatir jatuh kedudukannya dalam pandangan Sang Penguasa (Allah)

    Memuliakan Indahnya Tutup Allah pada Dirimu

    134/122

     مَنْ أَكْرَمَكَ إنَّما أَكْرَمَ فِيْكَ جَميلَ سَتْرِهِ. فَالحَمْدُ لِمَنْ سَتَرَكَ، لَيْسَ الحَمْدُ لِمَنْ أَكْرَمَكَ وَشَكَرَكَ.

    Siapa yang memuliakanmu, maka sebenarnya memuliakan indahnya penutup yang Allah selipkan pada dirimu. Karena itu, pujian bagi Allah yang menutupimu, bukan bagi orang yang telah memuliakan dan bertrimakasih kepadamu

    Sahabat adalah Orang yang Teteap Menerimamu, Meski Ia Tahu Kejelekanmu

    135/123

       ما صَحِبَكَ إلا مَنْ صَحِبَكَ وَهُوَ بِعَيْبِكَ عَليمٌ، وَلَيْسَ ذلِكَ إلّا مَوْلاكَ الكَريم. خَيْرُ مَنْ تَصْحَبُ مَنْ يَطْلُبُكَ لَكَ لا لِشَيْءٍ يَعودُ مِنْكَ إليهِ.

    Tidak ada teman sejati kecuali seseorang yang menemanimu adalah orang yang tahu tentang aibmu, namun orang yang seperti itu tidak akan pernah ada kecuali tuhanmu yang pemurah. Sebaik-baik yang menemanimu adalah orang yang tidak mengharapkan imbalan apapun darimu

    Ketika Akhirat Lebih Dekat daripada Jalan Menujunya

    136/124

     لَوْ أَشْرَقَ لَكَ نورُ اليَقينِ لَرَأيتَ الآخِرَةَ أَقْرَبَ إلَيْكَ مِنْ أنْ تَرْحَلَ إلَيْها، وَلَرَأيْتَ مَحاسِنَ الدُّنْيا قَدْ ظَهَرَتْ كِسْفَةُ الفَناءِ عَلَيْها.

    Seandainya cahaya keyakinan menerangimu, niscaya engkau dapat melihat akhirat itu lebih dekat padamu ketimbang engkau berjalan menujunya. Dan engkau pun melihat keindahan dunia telah ditutupi gerhana kefanaan yang suram

    Penghalang Kita dengan Allah

    137/125

      ما حَجَبكَ عَنْ اللهِ وُجودُ مَوجودٍ مَعَهُ، إذْ لا شَيْءَ مَعَهُ، وَلَكِنْ حَجَبَكَ عَنْهُ تَوَهُّمُ مَوجودٍ مَعَهُ.

    Keberadaan benda tidaklah menghalangimu dari Allah, yang membuatmu terhalangi dari-Nya adalah ilusimu bahwa ada yang lain di samping-Nya

    138/125b

       لَوْلا ظُهورُهُ في المُكَوَّناتِ ما وَقَعَ عَلَيْها وُجودُ إبصارٍ. وَلَوْ ظَهَرَتْ صِفاتُهُ اضْمَحَلَّتْ مُكَوَّناتُهُ.

    Seandainya Allah tidak menampakkan kekuasaan-Nya pada benda-benda alam semesta, maka penglihatan mata tidak akan menangkap mereka. Dan apabila sifat-sifat-Nya itu tampak, maka lenyaplah alam semesta ciptaan-Nya

    Dia-lah yang Batin dan yang Zahir

    139/126

      أظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ لِأنَّهُ الباطِنُ، وَطوى وُجودَ كُلِّ شَيْءٍ لِأنَّهُ الظّاهِرُ.

    Allah menampakkan segala sesuatu, karena Dialah yang batin. Dan Allah menyembunyikan wujud segala sesuatu, karena Dialah yang zahir

    Perbaikan Alam Semesta

    140/127

    أباحَ لَكَ أنْ تَنْظُرَ ما في المُكَوَّناتِ، وَما أذِنَ لَكَ أنْ تَقِفَ مَعَ ذَواتِ المُكَوَّناتِ؛ قال {انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ} وَلَمْ يَقُلْ: انظروا السَّمواتِ والأَرْض. قال انْظُروا ماذا فيها، فَتَحَ لَكَ بابَ الإفْهامِ. وَلَمْ يَقُلْ انُظروا السَّمواتِ لِئَلّا يَدُلَّكَ عَلى وُجودِ الأجرامِ.

    Allah mengizinkanmu melihat apa saja yang ada di alam semesta, namun Dia tidak mengizinkanmu untuk berhenti hanya pada melihat benda-benda alam itu.Katakanlah: perhatikan apa yang ada di langit di bumi? Yunus : 101 Dia membukakan pintu pengertian bagimu. Dia tidak mengatakan, ‘perhatikanlah langit itu!’ supaya tidak menunjukanmu pada adanya benda-benda semata

    Ada dan Musnahnya Alam

    141/128

       الأكوانُ ثابِتَةٌ بإثباتِهِ وَمَمْحُوَّةٌ بأحَديَّةِ ذاتِهِ.

    Alam ini ada karena ketetapan Allah, namun ia akan musnah oleh Keesaan Zat-Nya.

    Ketika Menerima Pujian Manusia

    142/129

    النّاسُ يَمْدَحونَكَ لِما يَظُنُّونَهُ فيكَ، فَكُنْ أنْتَ ذاماً لنَفسِكَ لِما تَعْلَمُهُ مِنها.

    Orang-orang memujimu karena apa yang mereka sangka ada pada dirimu. Maka celalah dirimu karena apa yang engkau ketahui ada pada dirimu

    143/129b

    المؤمِنُ إذا مُدِحَ اسْتَحْيا مِنَ اللهِ تَعالى أنْ يُثْنى عَلَيْهِ بِوَصْفٍ لا يَشْهَدُهُ مِنْ نَفْسِهِ.

    Ketika seorang mukmin dipuji, maka seharusnya ia merasa malu kepada Allah, karena ia dipuji dengan sifat yang tidak ia dapati dalam dirinya

    144/129c

    أجْهَلُ النّاسِ مَنْ تَرَكَ يَقينَ ما عِنْدَهُ لِظَنِّ ما عِنْدَ النّاسِ.

    Sebodoh-bodoh manusia adalah orang yang meninggalkan keyakinannya sendiri, karena mengikuti dugan orang lain

    145/129d

        إذا أطْلَقَ الثَناءَ عَلَيْكَ وَلَسْتَ بأَهْلٍ، فَأثْنِ عَلَيْهِ بِما هُوَ لَهُ أهْلٌ.

    Apabila Allah membiarkan suatu pujian diberikan kepadamu, padahal engkau tidak layak mendapatkannya, maka pujilah Allah karena Dialah yang lebih berhak atas pujian tersebut

    Al-Hikam Dan Terjamahannya Dari Hikmah 111-128 (101 - 116)


    111/101

      لَيْسَ كُلُّ مَنْ ثَبَتَ تَخْصيصُهُ كَمُلَ تَخْليصُهُ.

    Tidak setiap orang yang memperoleh keistimewaan sepenuhnya terbebas (dari penyakit-penyakit jiwa)


    112/102

    لا يَسْتَحْقِرُ الوِرْدَ إلا جَهولٌ. الوارِدُ يُوْجَدُ في الدّارِ الآخِرَةِ، وَالوِرْدُ يَنطَوي بانْطِواءِ هذِهِ الدّارِ. وأَوْلى ما يُعْتَنى بِهِ: ما لا يُخْلَفُ وُجودُه. الوِرْدُ هُوَ طالِبُهُ مِنْكَ، وَالوارِدُ أنْتَ تَطْلُبُهُ مِنْهُ. وَأيْنَ ما هُوَ طالِبُهُ مِنْكَ مِمّا هُوَ مَطْلَبُكَ مِنْهُ؟!

    Hanya orang bodoh yang menganggap rendah (menggampangkan) wirid. Warid (karunia Allah) akan berkelanjutan sampai di akhirat, sementara wirid akan habis seiring dengan lenyapnya dunia ini. Dan yang paling baik untuk ditekuni adalah sesuatu yang tidak dapat diganti wujudnya. Wirid adalah apa yang Allah minta darimu, sedangkan warid adalah apa yang engkau minta dari-Nya. Lalu, dimanakah letak apa yang Allah minta darimu dengan apa yang engkau minta dari-Nya?


    113/103

     وُرودُ الإمْدادِ بِحَسَبِ الاسْتِعْدادِ. وَشُروقُ الأنْوارِ عَلى حَسَبِ صَفاءِ الأسْرارِ.

    Datangnya pertolongan Allah adalah sesuai dengan persiapan, sedangkan turunnya cahaya Allah adalah sesuai dengan kejernihan relung hati


    114/104

      الغافِلُ إذا أَصْبَحَ يَنْظُرُ ماذا يَفْعَلُ، وَالعاقِلُ يَنْظُرُ ماذا يَفْعَلُ اللهُ بِهِ.

    Orang yang lalai, melalui harinya dengan memikirkan apa yang harus ia lakukan. Sedangkan orang yang mau menggunakan akalnya, akan merenungkan apa yang dilakukan Allah terhadap dirinya.


    115/105

     إنَّما يَسْتَوْحَشُ العُبّادُ وَالزُّهّادُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ لِغَيْبَتِهِمْ عَنِ اللهِ في كُلِّ شَيْءٍ. فَلَوْ شَهِدوهُ في كُلِّ شَيْءٍ لَمْ يَسْتَوْحِشوا مِنْ شَيْءٍ .

    Sesungguhnya yang merisaukan para ‘abad dan para zahid hanyalah karena mereka belum melihat Allah dalam segala sesuatu. Kalau mereka telah melihat-Nya dalam segala sesuatu, maka mereka tidak akan merasa risau dalam semua hal.


    116/106

      أَمَرَكَ في هذِهِ الدّارِ بِالنَّظَرِ في مُكَوَّناتِهِ، وَسَيَكْشِفْ لَكَ في تِلَكَ الدّارِ عَنْ كَمالِ ذاتِهِ.

    Allah menyuruhmu di dunia ini untuk memperhatikan alam ciptaan-Nya, dan kelak di akhirat Dia akan memperlihatkan kepadamu akan kesempurnaan Zat-Nya


    117/106b

    عَلِمَ مِنْكَ أنَّكَ لا تَصْبِرُ عَنْهُ فأَشهَدَكَ ما بَرَزَ مِنْهُ.

    Allah tahu bahwa engkau tidak akan bersabar untuk melihat-Nya, maka Allah memperlihatkan kepadamu apa yang berasal dari-Nya


    118/107

      لمّا عَلِمَ الحَقُّ مِنْكَ وُجودَ المَلَلِ، لَوَّنَ لَكَ الطّاعاتِ. وًعَلِمَ ما فيكَ مِنْ وُجودِ الشَّرَهِ فَحَجَرَها عَلَيْكَ في بَعْضِ الأوْقاتِ، لِيَكونَ هَمُّكَ إقامَةَ الصَّلاةِ لا وُجودَ الصَّلاةِ، فَما كُلُّ مُصَلٍّ مُقيمٌ.

    Karena Al-Hak (Allah) tahu bahwa engkau mudah merasa jenuh, maka Dia menciptakan beraneka wujud ketaatan (ibadah) bagimu. Allah tahu bahwa engkau pun memiliki sifat serakah. Maka Dia membatasinya (ketaatan) pada waktu-waktu tertentu, agar perhatianmu tertuju pada kesempurnaan shalat, bukan pada adanya perintah shalat. Karena, tidak semua orang yang melakukan shalat dapat menyempurnakan shalatnya


    119/108

      الصَّلاةُ طُهْرَةٌ لِلْقُلوبِ مِنْ أَدْناسِ الذُّنوبِ، واسْتِفْتاحٌ لِبابِ الغُيوبِ.

    Shalat merupakan penyucian hati dari kotoran dosa dan pembuka pintu kegaiban


    120/108b

     الصَّلاةُ مَحَلُّ المُناجاةِ ومَعْدِنُ المُصافاةِ؛ تَتَّسِعُ فيها مَيادينُ الأسْرارِ، وَتُشْرِقُ فيها شَوارِقُ الأنْوارِ. عَلِمَ وُجودَ الضَّعْفِ مِنْكَ فَقَلَّلَ أعْدادَها. وَعَلِمَ احْتِياجَكَ إلى فَضْلِهِ فكَثَّرَ أَمدادها.

    Shalat merupakan sarana bermunajat serta sumber penyucian hati. Di dalam shalat terbentang luas medan rahasia Allah, dan muncul darinya kalau cahaya-Nya. Allah tahu kelemahan dalam dirimu, maka Dia menyederhanakan jumlah shalatmu. Allah pun mengetahui kebutuhan pada anugrah-Nya, maka Dia melipatgandakan pahalanya (phala shalat).


    121/109

      مَتى طَلَبْتَ عِوَضاً عَلى عَمَلٍ، طولِبْتَ بِوجودِ الصِّدْقِ فيهِ. وَيكْفي المُريبَ وِجْدانُ السَّلامَةِ.

    Apabila engkau menuntut balasan (imbalan) atas suatu amal ibadah, maka pasti engkau pun akan dituntut untuk tulus dalam melakukannya. Dan bagi yang merasa belum sempurna, cukuplah apabila ia telah selamat dari tuntutan

    Jangan Menuntut Balasan atas Alam yang Tidak Engkau Lakukan

    122/110

     لا تَطْلُبْ عِوَضاً عَلى عَمَلٍ لَسْتَ لَهُ فاعِلاً. يَكْفي مِنَ الجَزاءِ لَكَ عَلى العَمَلِ أنْ كانَ لَهُ قابِلاً.

    Jangan menuntut balasan (imbalan) atas suatu amal yang pelakunya bukan dirimu sendiri. Cukuplah balasan Allah bagimu, apabia Dia meneria amalan itu

    Menciptakan Amal Bagimu

    123/111

      إذا أرادَ أن يُظْهِرَ فَضْلَهُ عَلَيْكَ خَلَقَ وَنَسَبَ إلَيْكَ.

    Jika Allah hendak menunjukan karunia-Nya kepadamu, maka Dia menciptakan sesuatu amal itu menjadi amalmu

    Batas Kebaikan dan Keburukan

     124/112

    لا نِهايةَ لِمَذامِّكَ إنْ أَرْجَعَكَ إلَيْكَ، وَلا تَفْرُغُ مَدائِحُكَ إنْ أَظْهَرَ جُودَه عَلَيْكَ.

    Tak ada batas akhir keburukan itu, jika Allah mengembalikanmu pada dirimu sendiri. Dan takan habis kebaikanmu, jika Allah memperlihatkan kemurahan-Nya kepadamu

    Bergantung pada Sifat Rububiyah Allah

    125/113

     كُنْ بِأوْصافِ رُبوبِيَّتِهِ مُتَعَلِّقاً وَبِأوْصافِ عُبودِيَّتِكَ مُتَحَقِّقاً.

    Bergantunglah pada sifat-sifar Rububiyyah (ketuhanan) Allah, laksana sungguh-sungguh sifat-sifat penghambaanmu (ubudiyyah).

    Allah Melarang Hamba Mengklaim Sifat-Sifat-Nya

    126/114

       مَنَعَكَ أنْ تَدَّعِيَ ما لَيْسَ لَكَ مِمّا لِلْمَخْلوقينَ، أَفَيُبيحُ لَكَ أنْ تَدَّعِيَ وَصْفَهُ، وَهُوَ رَبُّ العالمينَ؟!

    Allah melarangmu mengklaim apa yang menjadi milik makhluk lain, lalu apa mungkin Dia mengizinkanmu mengklaim sifat-sifat-Nya, padahal Dia Rabb semesta alam

    Agar Keajaiban Dapat Disingkapkan Bagimu

    127/115

       كَيْفَ تُخْرَقُ لَكَ العَوائِدُ؟ وَأنْتَ لَمْ تَخْرِقْ مِنْ نَفْسِكَ العَوائِدَ.

    Bagaimana keajaiban dapat disingkapkan bagimu, sementara engkau belum mengubah kebiasaan dirimu (yang buruk)

    Bukanlah Permohonan yang Terpenting, Melainkan Pemberian-Nya

    128/116

       ما الشَّأْنُ وُجودُ الطَّلَبِ، إنَّما الشَّأْنُ أنْ تُرْزَقَ حُسْنَ الأَدَبِ.

    Yang terpenting bukanlah adanya permintaan (doa) melainkan bahwa engkau dikarunia adab yang baik